Sekitar abad ke 15 di Pangkalan Balai tepatnya di daerah Muara Tambangan (Boom Berlian) terdapat pemukiman yang bernama Talang Gelumbang. Pemukiman ini awalnya hanya terdapat tujuh buah rumah yang berdekatan, penduduk daerah tersebut bernama pencaharian pertanian dan perikanan, penduduknya hidup dengan damai, kemakmuran daerah tersebut terdengar oleh para perampok Selat Malaka mendatangi daerah tersebut untuk mengambil dan merampas harta benda dan menteror masyarakat setempat.
Alkisah tersebutlah seorang tokoh bernama Beremban Besi (Puyang Beremban Besi). Beremban Besi semasa kecil orang tuanya sudah meninggal, dia hidup sebatang kara hidupnya serba kekurangan dia pun sangat tidak terurus, rambutnya dibiarkan gondrong (panjang). Setelah berumur kira-kira tujuh tahun Beremban Besi diasuh oleh kakeknya yang berada di lihir Sungai Banyuasin untuk membantu kakeknya bercocok tanam.
Pada suatu hari cucu sang kakek (Beremban Besi) terjatuh dari ketinggian namun tidak sedikitpun terluka, karena peristiwa itu kakek Beremban Besi mulai sadar bahwa cucunya mempunyai kesaktian yang luar biasa kebal terhadap senjata tajam apapun, melihat itu maka Beremban Besi diajari ilmu bela diri untuk membela kebenaran.